Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2015

Sekilas Tentang Penyakit HIV/AIDS

Sekilas Tentang Penyakit HIV/AIDS


Penyakit HIV/AIDS

Penyakit HIV/AIDS - Ketika seseorang mengidap penyakit HIV/AIDS ada perasaan putus asa dalam dirinya. Penolakan oleh sebagian masyarakat yang enggan berinteraksi dengan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) semakin menambah beban psikis si penderita. Beberapa alasan mengapa sebagian besar orang tidak mau berinteraksi dengan para penderita HIV/AIDS, salah satunya karena mereka takut tertular. Hal ini menunjukkan ketidaktahuan atau keterbatasan informasi bagi mereka yang tidak mengidap penyakit yang menyerang sistem pertahanan tubuh ini.

Apa itu AIDS?

Jangan menolak mereka yang menderita Penyakit HIV/AIDS. Saatnya lebih terbuka dan waspada. AIDS (acquired immune defiency syndrome) atau sindrom kehilangan kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia sesudah sistem kekebalannya dirusak oleh virus yang disebut HIV (human immunodeficiency virus). Tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang berfungsi melindungi kita dari penyakit apa pun yang menyerang dari luar. Salah satu sel yang bertanggung jawab terhadap imunitas tersebut adalah CD4, fungsinya mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, tergantung apakah ada kuman yang harus dilawan.

Pada orang sehat, jumlahnya 500-1.000 sel per millimeter kubik darah. Pada orang yang terinfeksi HIV, jumlahnya terus menurun..

Penularan dan pencegahan Penyakit HIV/AIDS


HIV ditularkan melalui tiga jalur, yakni hubungan seksual, transfusi darah dan pemakaian alat-alat yang sudah tercemar HIV seperti jarum suntik dan pisau cukur serta melalui ibu yang hidup dengan HIV kepada janin di kandungannya atau bayi yang disusuinya. Untuk memperkecil risiko tertular HIV melalui hubungan seksual, prinsip paling dasar adalah tidak melakukan hubungan seksual selain dengan istri. Bahasa sederhananya, jangan berhubungan seks dengan pekerja seks komersial. Kondom bukanlah jawaban untuk pencegahan, namun demi mendukung program Badan Kesehatan Dunia dan Pemerintah, lakukan hubungan seks aman dengan menggunakan kondom.

“Untuk ibu dengan Penyakit HIV/AIDS dapat mencegah penularan pada anak dengan program PPTCT (Prevention Parent to Child Transmission). Ibu harus minum obat antiretroviral atau ARV untuk menekan virusnya sebelum kehamilan. Pada saat melahirkan, meski dengan melahirkan normal pun bayi bisa saja tidak tertular, risiko penularan bisa ditekan lagi dengan bedah caesar,” jelas Opik.

Pengobatan Penyakit HIV/AIDS


Saat ini, Penyakit HIV/AIDS ditangani dengan terapi antiretroviral karena HIV adalah retrovirus. ARV tidak membunuh virus, tetapi dapat memperlambat pertumbuhannya. “Terapi dengan ARV berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus menekan pertumbuhan virus,” tutur Opik.

Belum ada jawaban pasti, kapan terapi ini harus dimulai. Sebagian dokter akan mempertimbangkan jumlah CD4 dan gejala yang timbul. Menurut pedoman WHO, terapi antiretroviral sebaiknya sudah dimulai sebelum CD4 turun di bawah angka 350. Berdasarkan data terakhir Kementrian Kesehatan Juni 2013, jumlah orang yang terinfeksi HIV di Indonesia adalah 108.600 orang dan jumlah kasus AIDS 43.667, sementara jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV 34.961 orang. Kompas, Senin, 2/12/2013, hal. 39, Rubrik, Ragam Tips Kesehatan.

Bergandengan tangan

Pengobatan medis adalah sebuah keharusan bagi orang yang terinfeksi HIV. Namun di satu sisi, kita tidak boleh mengabaikan kekayaan hasil alam Indonesia yang bisa membantu memperpanjang usia hidup para ODHA. Banyak tanaman dan tumbuhan herbal di Indonesia yang memiliki khasiat membantu para ODHA dalam melawan penyakitnya. Sebut saja buah manggis, ratu segala buah ini memiliki kemampuan dalam membunuh virus HIV. Hasil penelitian laboratorium memang belum ada kesimpulan mengenai hal itu, tetapi pengalaman empirik sudah banyak kisah kesaksian yang sembuh dari HIV dengan minum jus manggis.

Kuncinya dari penanganan penderita HIV/AIDS adalah bagaimana menaikkan secepat mungkin CD4 mereka agar sistem kekebalan tubuhnya kembali normal. Dengan demikian pertumbuhan virus HIV pun terhambat bahkan nol alias non reaktif. Selain manggis, ada daun sirsak yang bisa membantu para penderita Penyakit HIV/AIDS. Testimoni empirik ODHA yang merasa hidup mereka telah kembali setelah minum daun sirsak saudah banyak ditemukan.

Bukankah para penderita Penyakit HIV/AIDS juga mengidap penyakit dalam yang kronis seperti kanker hati, kanker paruparu, dsbnya. Penyakit-penyakit tersebut di atas datang karena sistem kekebalan tubuh sudah habis. Adalah sebuah pilihan tepat tatkala minum ARV juga minum herbal-herbal dari Indonesia. Mungkinkah jus Amazon Plus dan K-Muricata yang menjadi penolong saudara, ataukah Amazon Berries dan K-Muricata yang menjadi jalan keluar saudara dalam memerangi penyakit ini? Pilihan ada di tangan saudara, tugas kami hanya mengabarkan untuk saudara. Cegah dan obati Penyakit HIV/AIDS dengan herbal dikombinasikan dengan obat medis, bisa!!

Minggu, 18 Mei 2014

Cara menghilangkan ketergantungan narkoba

Cara menghilangkan ketergantungan narkoba


cara menghilangkan ketergantungan narkoba
Cara menghilangkan ketergantungan narkoba -Ketergantungan Narkoba merupakan suatu penyakit kompleks yang ditandai oleh adanya keinginan kuat untuk selalu memakai obat (craving) meskipun disadari bahaya narkoba dapat mengancam kehidupannya. Penyakit ini bersifat menahun dan sering kambuh walaupun ada periode abstinensia untuk waktu yang cukup lama.

Namun demikian, disamping efek-efek jangka lama yang mungkin timbul perlahan-lahan, pengguna narkoba juga sangat mungkin mengalami keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera, antara lain overdosis dan sakaw.

Banyak sekali cara untuk mengatasi, mengobati dan menyembuhkan ketergantungan akan narkoba. Dan yang paling sering dilakukan adalah Melakukan rehabilitasi serta melakukan modifikasi perilaku. Bisa juga dengan mengonsumsi obat herbal untuk pecandu narkoba.

Pemerintah pun sudah siap dengan sarana pusat rehabilitasi narkoba bagi pengguna yang sudah menjadi pecandu narkoba. Dalam proses merehabilitasi itu diberikan terapi psikologis dan terapi obat. Cara seperti ini tidak jarang memerlukan waktu yang cukup lama, tidak jarang pula para pecandu narkoba itupun kembali menggunakan narkoba lagi. Lembaga non pemerintah pun tidak kalah dalam upaya menyelenggarakan program rehabilitasi narkoba, Namun biasanya membutuhkan biaya yang relatif cukup besar sehingga para pecandu narkoba dari golongan menengah kebawah tidak bisa mendapatkannya.

Sementara itu terapi obat untuk pencandu narkoba terbagi menjadi dua, yaitu menghilangkan kecanduan narkoba dan mengobati gangguan kesehatannya. Pertama, dengan berusaha mengurangi sampai menghilangkan kecanduan. Kedua, berusaha mengatasi dan mengobati kelainan atau gangguan kesehatan pada tubuh pecandu akibat dari narkoba. Terapi obat-obatan modern seringkali memerlukan biaya amat mahal sehingga pecandu dari kalangan ekonomi lemah banyak yang tidak mampu sehingga kerap putus asa dan pasrah. Biasanya mereka berusaha mencari pengobatan alternatif yang relatif murah. Salah satu yang banyak menjadi pilihan adalah pengobatan seara herbal dengan obat herbal untuk pecandu narkoba. 

Banyak kisah pecandu narkoba yang sudah membuktikan pengobatan dengan metode herbal bisa mengatasi dan menyembuhkan ketergantungan narkoba sehingga metode ini terus berkembang sebagai sarana alternatif penyembuhan kecanduan narkoba.

Sama halnya dengan terapi obat modern, terapi dengan obat herbal untuk pecandu narkoba pun dilakukan dalam dua tahapan. Pertama, mengatasi/menghilangkan kecanduan. Hal ini dilakukan dengan obat herbal yang bersifat hipnotik sedative yaitu dapat memberikan efek menenangkan, mengurangi kegelisahan dan kesakitan atau juga bisa dengan yang bersifat detoksifikasi atau dapat menghilangkan racun.

Tahapan kedua pengobatan herbal adalah mengobati kerusakan organ akibat zat-zat racun yang terdapat dalam narkoba. Banyak tanaman yang mempunyai khasiat menyembuhkan dan memperbaiki organ tubuh yang sakit/rusak.

Kecanduan narkoba pada awalnya dimulai dengan permasalahan mental/psikologis. Oleh sebab itu untuk menyembuhkannya juga diperlukan pemulihan kondisi mental si pecandu. Terapi obat sifatnya hanya membantu agar tubuh pecandu tidak makin menderita. Penentu utama kesembuhan berasal dari kemauan kuat dari yang bersangkutan yang ingin bebas dan lepas dari kecanduan/ketergantungan narkoba. Kemauan untuk lepas dari narkoba ini seringkali tidak stabil atau naik turun karena berbagai sebab, oleh sebab itu sangat dibutuhkan peran dari keluarga maupun  orang terdekat untuk memberi semangat, dukungan dan meningkatkan moral.

Obat herbal untuk pecandu narkoba


Amazon Berries dan K-Muricata merupakan produk herbal yang telah terbukti memutuskan mata rantai ketergantungan narkoba pada pecandu narkoba. Amazon Berries dan K-Muricata obat herbal alami menyembuhkan pecandu narkoba. Amazon Berries dan K-Muricata sudah memberi sebuah harapan kehidupan yang benar-benar baru bagi para pemakai narkoba.

Cara menghilangkan ketergantungan narkoba


Inilah kisah pecandu narkoba(OS) seorang anak muda berusia 19 tahun asal Percut, Sumatera Utara, telah mengonsumsi narkoba sejak SMU kelas 1. “Saya sudah pakai narkoba sejak kelas 1 SMU sampai sekarang,” ujarnya. Menurut pamannya, OS sudah mengonsumsi beberapa jenis narkoba seperti ganja, putaw, shabu dan lem, seperti yang diakui OS kepada kami. Anak pertama dari 4 bersaudara ini tidak mampu melepaskan dirinya dari jeratan narkoba jahanam. Ia selalu kembali dan kembali mengonsumsi barang haram tersebut.

Suatu ketika K-Muricata dan Amazon Berries bekerja sama dengan Gema Nusantara Antinarkoba DPW Sumatera Utara mengunjungi rumahnya untuk memberikan konseling dan sekaligus melakukan pemeriksaan OS. Generasi muda yang malang karena narkoba sudah “masuk ke rumahnya sendiri”. Adi Kesuma Maha SH Ketua DPW Gemana Sumut mengatakan, “penyuluhan tentang bahaya narkoba adalah tanggung jawab kita bersama.”

Singkat kisah, OS minum Amazon Berries 1 sachet dan 15 menit kemudian OS sudah merasakan reaksinya. Rasa mual dan pusing menyeruak, dan OS pun tertidur. Malam harinya OS muntah-muntah, namun kedua orang tuanya tetap memberikan Amazon Berries dan K-Muricata untuk diminum. Seminggu kemudian, OS kembali dikunjungi oleh tim kesehatan dari Gemana, dan tim Gemana menemukan sebuah harapan baru dari diri OS. Wajahnya semakin segar, dan yang terpenting, rasa ingin untuk memakai narkoba sudah mulai hilang. OS sudah mulai sadar bahwa narkoba telah merenggut kehidupannya.

Pecandu narkoba di seluruh Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Narkoba sudah berada di depan pintu rumah keluarga-keluarga Indonesia. Jangan biarkan narkoba merampas hak hidup kita sebagai anak bangsa. Cegahlah sedini mungkin dengan terus berkomunikasi dengan aparat kepolisian atau BNN untuk mencegah peredaran narkoba yang semakin marak belakangan ini.

 


pusat rehabilitasi narkoba, bahaya narkoba, pecandu narkoba, tempat rehabilitasi narkoba, ketergantungan narkotika, cara menghilangkan ketergantungan narkoba, proses ketergantungan narkoba teori, kisah pecandu narkoba